Selasa, 19 Juli 2011

mengapa langit biru ??

Para ilmuan telah mengajukan banyak penjelasan selama sekian tahun tentang mengapa langit biru. tetapi yang terbaik datang dari Lord John Rayleigh, seorang ilmuan Inggris, hampir 100 tahun yang lalu.
Kita mulai dari awal. sinar matahari yang menerangi langit siang berwarna putih-jadi langit harusnya putih cemerlang kan? Agar langit menjadi biru, pasti sesuatu terjadi pada cahaya saat melewati atmosfir Bumi. Sinar putih terbuat dari pelangi warna. kita dapat melihat pelangi ini ketika kita melihat cahaya melalui prisma. prisma mengurai cahaya menjadi barisan warna: merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu.. bersama-sama mereka menjadi cahaya yg kita lihat sebagai putih.
jadi pada saat sinar putih memancar masuk dari Matahari, sesuatu pasti memecahkan cahaya itu menjadi warna-warnanya. kemudian dengan suatu cara, bagian biru dari cahay menenggelamkan semua warna lainnya.
apa yg menyebabkan ini ? ada beberapa kemungkinan.
udara yang menyelimuti Bumi terdiri dari gas-gas nitrogen, oksigen, argon, dan lain-lain bercampur dengan uap air dan kristal es. juga ada debu dan polutan kimia dan jauh di atas ada lapisan ozon. semua bagian udara ini telah dituduh sebagai penyebab langit biru.
sebagai contoh, baik air dan ozon cenderung menyerap cahaya kemerahan, membiarkan cahaya yang lebih biru untuk lewat. Mungkin, pikir beberapa ilmuan, ini yang menyebabkan langit biru. 

Tahun 1869, John Tyndall, seorang ahli fisika Inggris, berpendapat bahwa debu dan partikel-partikel lain di udara mengurai cahaya dan biru keluar paling kuat. Untuk membuktikan gagasannya, ia membuat kabut asap dan kemudian menyorotkan berkas cahaya putih menembusnya. di lihat dari samping, kabut asap itu menjadi biru tua. 
Tyndall memutuskan bahwa jika langit diisi dengan udara yang bersih sempurna, cahaya putih akan lewat tanpa terurai. Udara murni seharusnya menghasilkan cahaya yang putih cemerlang.
inilah yang terjadi : sejumlah sinar matahari melewati ruang kosong antara molekul-molekul gas di atmosfir, tiba di tanah sebagai cahaya putih seperti awalnya. tetapi, sinar matahari yang bertabrakan dengan molekul-molekul gas, seperti oksigen, terserap kemudian disebarkan ke segala arah.
Atom-atom dalam molekul gas menjadi bergejolak oleh cahaya yang diserap dan mengeluarkan kembali foton-foton cahaya dalam segala panjang gelombang dari merah sampai ungu ke "depan", "belakang", dan "sisi-sisi" molekul. jadi sebagian cahaya langsung ke tanah, sebagian lagi dikirimkan ke angkasa, dan sebagian meluncur ke arah Matahari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar