"Annaaaa", teriak Ibu membuatku langsung membuka mata. Aku segera keluar kamar untuk mencuci muka dan wudhu untuk shalat subuh. YUP ! Sekarang emang masih jam 5 pagi dan seperti biasa aku bangun jam segitu. selesai mandi dan shalat, aku sarapan dan langsung berangkat sekolah. Sekolahku memang dekat, hanya 10 menit naik motor juga sampe, itu juga kalo gak macet.
Sekolahku tersayang, sekolahku tempat menuntut ilmu, sekolahku tempat pacaran.. hahahahaha (bener kan?).
Pelajaran dimulai dan aku serius mendengarkan guru menjelaskan. Yaa.. bersyukurlah aku termasuk anak yang pintar di sekolah. hahahahaha PD ! Tugas kembali diberikan guru ke murid-murid yang pada geleng-geleng kepala gara-gara susah! hahaha.. namanya juga anak sekolah. Aaaakkhh tapi aku paling malas tugas kelompok. Selain anak-anaknya ga bisa diandelin, semua aku yang ngerjain. huft.... Tapi aku juga senang karna masih bisa membantu menaikkan nilai temanku.
Sesampainya di rumah, aku makan siang dan tidur. Tentunya hanya memakai tengtop dan celana pendek.
"Heh! Kamu tuh kerjaannya tidurrr mulu! Orang kok males banget sih!". Aku langsung membuka mata saat Ibu berteriak dan melotot padaku. Yaa, Ibu marah! Seperti biasanya, aku selalu kena omel. Karna sudah sore, aku segera mandi dan nyapu rumah ku.
"Arkaaaa", Aku berteriak karna melihat Arka si adek kecil yang biasa aku momong.
Arka langsung nyengir dan mengedip-ngedipkan matanya.. hahaha genit nih bocah!
Setiap sore aku selalu momong Arka. Aku memang sangat suka anak kecil, karna aku gak punya adik, jadi Arka yang jadi sasaran. hahahah untungnya dia ga nakal.
Waaahh hari minggu emang hari yang menyenangkan sekaligus bikin capek! Aku harus bantuin Ibu beres-beres rumah. Tapi, karna Ibu ada pengajian, jadi semua aku yang ngerjain. Selesai sarapan aku langsung nyapu dan ngepel, abis itu aku nyuci. Selesai semua, aku harus masak untuk Bapak dan Kakakku. Yaa beginilah cewek!
Capek! itulah yang aku rasakan setelah menyelesaikan semua pekerjaan ibu-ibu itu. Ibu pulang dari pengajian. "Apaan nih! kebiasaan orang kalo masak ga pernah bersihin dapur! Apa-apa berantakan! Cewek kok males! Kamu kalo terus begini ga ada yang mau sama kamu tau!". Bagai tertusuk golok hatiku. Kata-kata Ibu selalu menyakiti hatiku. Aku tanpa berkata langsung membersihkan dapur seperti yang Ibu minta. Hari sudah siang dan aku selesai bersihin dapur. Aku bersiap untuk pergi mengerjakan tugas kelompok di rumah temanku. Bapak sudah mengizinkan, tapi Ibu?!
"Bu, Ana ngerjain tugas dulu ya di rumah temen Ana". Aku dengan santai minta izin.
"Jangan lama-lama".
Yes! Bahagianya aku ternyata Ibu membolehkan. Aku segera pergi dan berjanji untuk cepat pulang. Dua jam berlalu, akupun pulang. Aku sangat menghargai izin dari Ibu, karna biasanya aku tidak boleh pergi kemana-mana. Sesampainya aku di rumah, sepi. Bapak dan Kakakku ternyata pergi. Ibu dengan tatapan tajamnya menatapku yang masuk rumah dan salim. "Alah, tugas apa? palingan ngobrol doang! Dikira Ibu ga tau apa!! Alesan doang ngerjain tugas, padahal nglayab mulu!". Ibu dengan muka kesal memarahiku dengan enaknya.
Di kamar, aku menangis!!!
Hari senin memang hari buruk bagi para pelajar dan pekerja pada umumnya, khususnya karna macet!!! Untung aku gak telat karna memang setiap pagi aku datang pertama. hahahaha rajin yaa?!
Aku mendapat kabar baik. Aku terpilih untuk ikut serta Olimpiade Ekonomi se-Kecamatan. Teman-temanku memberi selamat padaku dan memang mereka yang selalu memberiku semangat. Sesampai di rumah, aku memberi tahu Ibu dan ga ada apa-apa. huft... beginikah nasibku? selalu gak dihargai sama Ibuku sendiri.
Kalau aku boleh jujur, bathin aku sakit! terlanjur sakit! Aku terlalu sering di omelin dan mendengar kata-kata kasar dari Ibuku sendiri. Aku ingin sekali pergi jauh meninggalkan semua rasa sakit ini. Aku bingung harus dengan siapa aku berbagi? Aku sangat menyayangi Ibu. Tapi kenapa aku tidak pernah dihargai??
Aku sendiri... sepi... hanya air mata di pipi..
Aku ingat Ibu pernah mengusirku.
"Pergi aja sono! ga usah tinggal disini! Ibu juga ga rugi kalo ga ada kamu! Ibu bisa ngerjain semuanya sendiri tanpa kamu! Kamu tuh bodoh tau gak!! Bodoh!!"
Kata-kata itu selalu aku ingat dan menjadi motivasiku.
Seandainya Ibu tahu, aku belajar dan sekolah itu karna Ibu. Karna aku tahu beratnya menjadi seorang Ibu. Aku mendapat juara, itu untuk Ibu. Ibu yang biasa mencaci makiku.
Aku tidak akan membantah, aku tidak akan melawan. Bagaimanapun sakitnya hatiku, aku tetap sangat mencintai Ibu. Aku ada karna Ibu, dan aku ada untuk Ibu. Kelak, aku akan menjadi sukses untukmu Ibu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar