Kangeeeeeeeeeeeeeennn banget sama rumah ! huft...
Pengen rasanya pulang lagi ke Jakarta. Bisa ketemu Mama, Bapak, Kakak, Mba ulfa, n ga lupa Dedek Arka... hehe...
Yaa walaupun ga seindah kenyataannya, gw tetep kangen sama keluarga. Biasa bantuin beres-beres rumah, sekarang bosen di kost ga ngapa-ngapain. Biasa bantuin mama masak, sekarang boro-boro masak, dapur juga kagak ada. *maklum di kost*
Kangen sama temen-temen juga. Si Nursiamti alias iyem, Dea Saputri alias dea, Rahmaidah alias butet, M.Faisal Husein alias oye, Budi Santosa alias abangbud.... huhuhuhu... Pengen ketemuuuuu........
Inget banget gw kalo jalan sama si iyem, dea, butet, pasti ada aja kejadian lucu. Mulai dari keujanan, salah jalan tau-tau masuk TOL, terus film yang kita tonton sumpah bokep abissss!!! *itu gara-gara iyem* Tapi, it's okelah dibawa asyik aja. (iyalah asyiikkk, cuci mata liat bokep sama liat orang yang pacaran mojok di bioskop. hihihihihi)
masa-masa SMA emang terindah....
Masa adaptasi dari anak kecil ke remaja... Mulai berani mencoba hal-hal baru. Gw jadi sering jalan ke mall buat nonton bareng bocah-bocah. padahal dulu, paling anti gw sama nonton! Yaa, asalkan bisa bareng sama temen-temen, kenapa gak?!
Oia, gw inget banget tuh pas nonton film "Jembatan Semanggi"... hahahaha gw sama mereka mangap kaget gara-gara tuh film langsung bokep. Parrrraaahh!!! Si iyem malah ketawa-tawa sambil ngeliatin orang-orang yang pacaran. Mungkin dia mikir,"barangkali ada yang berbuat "itu"..." hahahahahahaha... Emang tuh anak kurang kerjaan. Tapi, kalo ga ada dia ga seru karna ga ada yang bawel sama foto-foto narsis di sembarang tempat.
Inget gw pas di toko aksesoris, Iyem mau foto eh di tegur mbak-mbak yang jagain toko. hihihihihihihih....... dasar bahlul !!
akh..pokoknya seru deh.... banyak masa-masa berharga yang ga gw lupain sampe sekarang.
Oia, buat bocah 114, pada kemana deh?!!! Masa cuma oye n abang yang keliatan.
Jangan lupain gw laah, adek lo pada. Jadi inget, pas ultahnya abang. hihihihi....
Oye!!!! G w pengen jambak rambut loooo... huhuhu... Abang!!! Gw pengen megang leher lo... hihihihihihi...^_^
Pengen liat gw tampang-tampang mereka kaya apaan sekarang?! Masih utuh apa udah ada yang ilang. *loch*
Yaa pokoknya KANGEN BANGET GW SAMA LO SEMUA.....
Jaga diri baik-baik sob... Kita jauh bukan berarti pisah, tapi justru pelajaran buat saling mengingatkan! Tau ga maksudnya??! Kalo ga tau pikir sendiri dah... hehehe....
MISS U SOBAT ....
blog ini tidak menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin !!!
Kamis, 28 Oktober 2010
Minggu, 24 Oktober 2010
Kesabaran Tiada Batas
Berdiri aku menyendiri di temani suasana hijau dan kabut menyelimuti. Inilah tempatku sekarang. Tempat dimana aku berusaha mengejar angan dan melupakan masa lalu yang suram. Kesejukkan pagi membuatku tak ingin berlalu. Adakah dia menyadarinya? Entahlah..
Dalam pikiranku, dialah sang pemenang. Pemenang hatiku yang tiada bisa memberi kepada yang lain.
Aku ingin dia pergi. Aku ingin dia sirna. Sempat terpikir dalam benakku. Perasaan ini begitu menyakitkan, menyedihkan, dan memilukan. Adakah seseorang tahu? Tidak! Aku merasakan beban hanya sendiri ditemani air mata yang mengalir di pipi.
Bertahun-tahun aku membohongi diriku. Bertahun-tahun aku merasakan sakit. Ya, inilah yang selama ini aku rasakan. Hidup penuh rintangan, dihinggapi rasa malu dan jenuh akan keadaan. Terasa sesak di dadaku dan tak kuat aku bertahan. Ingin aku pergi meninggalkan masa galau ini. Inikah hidupku? Inikah nasibku? Aku akan terima.
Dulu, aku mempunyai orang-orang yang menyayangiku. Dulu, aku mempunyai orang-orang yang menyemangatiku. Tapi aku tersadar bahwa itu hanya sementara. Aku sadar bahwa aku tidak bisa terus bergantung dengan orang lain. Aku harus bangkit! Bangkit dari semua keterpurukan ini.
Dia, orang yang aku sayangi setulus hatiku, pergi dan menghilang sesukanya. Tiadakah dia tahu aku menunggu disini? Dia, orang yang aku harapkan dengan segenap jiwa, melukai hati dan perasaanku dengan sungguh. Adakah dia mengerti sakitnya aku? Inikah Cinta?? Inikah Anugerah darimu Tuhan? Sungguh aku mempercayai-Mu dengan hatiku. Tapi, haruskah aku yang berkorban? Aku merasa semua pengorbananku sia-sia. Aku merasa tak berarti. Aku ingin menjerit Tuhan!! Tolong aku......
Aku hanya wanita yang tiada daya. Aku rapuh.....
Ingin aku bersandar di bahunya untuk menceritakan kisah ini.
Aku mencintainya sejak aku mengenalnya hingga aku berdiri disini.
Kesabaranku adalah pegangan akhir yang aku miliki. Aku cukup dengan mendengar kabarnya, melihat senyumnya, merasakan kegembiraannya, bagiku itu hal yang membahagiakan.
Pesanku:
Jagalah orang yang kau sayang dengan hatimu, bukan ego dan nafsu. Berikan hal terbaik saat kau bersamanya. Buatlah ia selalu tersenyum baik kau marah atau terluka. Cinta adalah hal yang menusuk. Bisa sangat membahagiakan, bisa juga sangat menyakitkan.
Percayalah dengan kekuatan Cinta! Cinta akan memberimu Cinta yang indah dan takkan terlupa seumur hidupmu.....
Dalam pikiranku, dialah sang pemenang. Pemenang hatiku yang tiada bisa memberi kepada yang lain.
Aku ingin dia pergi. Aku ingin dia sirna. Sempat terpikir dalam benakku. Perasaan ini begitu menyakitkan, menyedihkan, dan memilukan. Adakah seseorang tahu? Tidak! Aku merasakan beban hanya sendiri ditemani air mata yang mengalir di pipi.
Bertahun-tahun aku membohongi diriku. Bertahun-tahun aku merasakan sakit. Ya, inilah yang selama ini aku rasakan. Hidup penuh rintangan, dihinggapi rasa malu dan jenuh akan keadaan. Terasa sesak di dadaku dan tak kuat aku bertahan. Ingin aku pergi meninggalkan masa galau ini. Inikah hidupku? Inikah nasibku? Aku akan terima.
Dulu, aku mempunyai orang-orang yang menyayangiku. Dulu, aku mempunyai orang-orang yang menyemangatiku. Tapi aku tersadar bahwa itu hanya sementara. Aku sadar bahwa aku tidak bisa terus bergantung dengan orang lain. Aku harus bangkit! Bangkit dari semua keterpurukan ini.
Dia, orang yang aku sayangi setulus hatiku, pergi dan menghilang sesukanya. Tiadakah dia tahu aku menunggu disini? Dia, orang yang aku harapkan dengan segenap jiwa, melukai hati dan perasaanku dengan sungguh. Adakah dia mengerti sakitnya aku? Inikah Cinta?? Inikah Anugerah darimu Tuhan? Sungguh aku mempercayai-Mu dengan hatiku. Tapi, haruskah aku yang berkorban? Aku merasa semua pengorbananku sia-sia. Aku merasa tak berarti. Aku ingin menjerit Tuhan!! Tolong aku......
Aku hanya wanita yang tiada daya. Aku rapuh.....
Ingin aku bersandar di bahunya untuk menceritakan kisah ini.
Aku mencintainya sejak aku mengenalnya hingga aku berdiri disini.
Kesabaranku adalah pegangan akhir yang aku miliki. Aku cukup dengan mendengar kabarnya, melihat senyumnya, merasakan kegembiraannya, bagiku itu hal yang membahagiakan.
Pesanku:
Jagalah orang yang kau sayang dengan hatimu, bukan ego dan nafsu. Berikan hal terbaik saat kau bersamanya. Buatlah ia selalu tersenyum baik kau marah atau terluka. Cinta adalah hal yang menusuk. Bisa sangat membahagiakan, bisa juga sangat menyakitkan.
Percayalah dengan kekuatan Cinta! Cinta akan memberimu Cinta yang indah dan takkan terlupa seumur hidupmu.....
Sabtu, 23 Oktober 2010
Sesuatu yang berharga karna Cinta !!
Aku teringat kembali masa itu.... masa dimana aku merasa amat nyaman berada di sampingnya. Sungguh aku ingin sekali kembali ke masa itu. Aku rindu... Rindu !! Dimana masa itu? Dimana dia?
Ya, dia yang aku sebutkan adalah seseorang yang dulu pernah merajai hatiku. Seseorang yang membuatku lupa akan bebanku. Seseorang yang membuatku tenang dikala aku gundah. Ya, dia adalah sesuatu yang berharga dalam hidupku.
Karna dia, aku mengerti arti kasih sayang yang sesungguhnya.
Karna dia, aku mengerti akan pengorbanan yang menyakitkan.
Karna dia, aku mengerti sakitnya perpisahan. Semua karna dia !!
5 tahun lalu, aku sangat menyayanginya. Kelembutannya, kehangatannya, kebaikkannya, itu hal yang sampai sekarang aku rindukan darinya. Aku bahagia karna dia, aku tersenyum karna dia, bahkan aku menangis semata-mata untuknya. Aku sangat menyayanginya lebih dari diriku sendiri.
Sempat aku berpikir, bukanlah aku wanita yang tepat mendampinginya. Aku merasa tidak pantas menemani hari-harinya selama 10 bulan.
Aku putuskan untuk pergi meninggalkannya.
Aku sendiri, merasa sunyi karna ada yang hilang dari hidupku. Aku meninggalkannya bukan tanpa sebab! Aku rela, aku ikhlas melepasnya karna aku begitu menyayanginya!! Aku berharap, dia bisa mendapatkan Cinta melebihi Cinta yang aku berikan. Aku berharap, dia bisa menemukan seseorang yang bisa menjaganya saat suka dukanya.
Perasaanku memang perih, terasa teriris dan mati. Aku mengikhlaskan sesuatu yang berharga demi senyumnya, demi bahagianya. Maafkan aku! Jika kau mengerti perasaanku, kau akan tahu dalamnya Cinta yang ada di hatiku hanya untukmu. Maafkan aku, karna telah menyakiti hati dan perasaan yang jelas kau hadirkan untukku. Aku hanya ingin kau bahagia! Aku hanya ingin kau mendapat yang terbaik!
Jika aku ditanya, mengapa aku menyayangimu, aku takkan menjawab! Aku tak menjawab bukan berarti aku bungkam, tapi aku memang tidak tahu kenapa aku bisa menyayangimu setulus hatiku. Bagiku, rasa sayang itu Anugerah yang bisa datang kapan saja, dimana saja, dan siapapun orangnya. Jika aku bilang aku menyayangimu karna kamu tampan, lalu apa aku akan bilang seperti itu jika suatu saat ketampananmu berubah menjadi buruk??! Tidak ! Aku hanya mengetahui 1 hal. Aku menyayangimu tulus!
Pernahkan kau tahu? Saat aku dikhianati sahabatku? Aku berusaha tegar dan tertawa, padahal hatiku menangis!!! Apa kau juga tahu, saat namamu disebut-sebut olehnya? Aku teriris!! Aku hanya bisa menangis diantara fitnah yang dibuat sahabatku. Sayang, aku bukan orang pendendam. Sesakit apapun sahabatku menyakitiku, aku takkan membalas! Biar bagaimanapun dia adalah sahabatku yang dulu pernah menyayangiku.
Sama halnya denganmu! Sadarkah kau telah menyakiti hatiku?? Kau tidak akan tahu!!
Melihatmu bersama orang lain, membuatku amat terasa sakit! Aku sakit bukan karna aku cemburu, tapi karna orang yang kau pilih tidak tepat!! Aku tidak ingin kau disakiti, aku tidak ingin kau sedih. karna aku adalah orang yang pertama menangis bila melihat orang yang aku sayang terlihat sedih.
Aku jauh, tapi aku selalu disini karnamu, untukmu. Aku tidak berharap kau menjadi milikku, aku hanya berharap kau bisa mendapat pengganti yang jauh lebih baik dariku.
Maafkan aku yang telah menyia-nyiakanmu. Aku sadar, aku tidak bisa menjagamu disana. Aku selalu mengingatmu disini, aku merindukanmu disini. Aku pergi untuk kebaikanmu. Meski hatiku perih, aku rela demi melihatmu bahagia.
Terima kasih atas apa yang telah kau beri. Sampai kapanpun kau ada di hatiku, kau ada dalam ingatanku. Cinta sedalam ini hanya ada untukmu. Cerita cinta ini akan selalu ku kenang. Aku harap, kau bisa benar-benar sembuh dari penyakitmu yang membuatku turut merasakan sakit.
Sejak lama aku selalu berharap, kau akan mengerti, kau akan membaca puisi-puisiku untukmu, dan kau akan sadar seberapa dalam rasa ini untukmu.
Mungkin aku memang salah telah menyayangimu hingga saat ini, tapi akupun sulit untuk membohongi diri kalau aku memang merindukanmu, aku masih menyayangimu.
Kau yang mengajarkanku sabar, kau mengajarkanku untuk menghargai, kau yang membuatku lebih dewasa. Sampai kapan aku seperti ini akupun tidak tahu.
Semoga aku cepat melupakanmu dari hati dan pikiranku. Aku inginkan kau bahagia.
^_^
Semoga kita tetap pada jalan kita, agar kita tidak bertemu kelak.
Ya, dia yang aku sebutkan adalah seseorang yang dulu pernah merajai hatiku. Seseorang yang membuatku lupa akan bebanku. Seseorang yang membuatku tenang dikala aku gundah. Ya, dia adalah sesuatu yang berharga dalam hidupku.
Karna dia, aku mengerti arti kasih sayang yang sesungguhnya.
Karna dia, aku mengerti akan pengorbanan yang menyakitkan.
Karna dia, aku mengerti sakitnya perpisahan. Semua karna dia !!
5 tahun lalu, aku sangat menyayanginya. Kelembutannya, kehangatannya, kebaikkannya, itu hal yang sampai sekarang aku rindukan darinya. Aku bahagia karna dia, aku tersenyum karna dia, bahkan aku menangis semata-mata untuknya. Aku sangat menyayanginya lebih dari diriku sendiri.
Sempat aku berpikir, bukanlah aku wanita yang tepat mendampinginya. Aku merasa tidak pantas menemani hari-harinya selama 10 bulan.
Aku putuskan untuk pergi meninggalkannya.
Aku sendiri, merasa sunyi karna ada yang hilang dari hidupku. Aku meninggalkannya bukan tanpa sebab! Aku rela, aku ikhlas melepasnya karna aku begitu menyayanginya!! Aku berharap, dia bisa mendapatkan Cinta melebihi Cinta yang aku berikan. Aku berharap, dia bisa menemukan seseorang yang bisa menjaganya saat suka dukanya.
Perasaanku memang perih, terasa teriris dan mati. Aku mengikhlaskan sesuatu yang berharga demi senyumnya, demi bahagianya. Maafkan aku! Jika kau mengerti perasaanku, kau akan tahu dalamnya Cinta yang ada di hatiku hanya untukmu. Maafkan aku, karna telah menyakiti hati dan perasaan yang jelas kau hadirkan untukku. Aku hanya ingin kau bahagia! Aku hanya ingin kau mendapat yang terbaik!
Jika aku ditanya, mengapa aku menyayangimu, aku takkan menjawab! Aku tak menjawab bukan berarti aku bungkam, tapi aku memang tidak tahu kenapa aku bisa menyayangimu setulus hatiku. Bagiku, rasa sayang itu Anugerah yang bisa datang kapan saja, dimana saja, dan siapapun orangnya. Jika aku bilang aku menyayangimu karna kamu tampan, lalu apa aku akan bilang seperti itu jika suatu saat ketampananmu berubah menjadi buruk??! Tidak ! Aku hanya mengetahui 1 hal. Aku menyayangimu tulus!
Pernahkan kau tahu? Saat aku dikhianati sahabatku? Aku berusaha tegar dan tertawa, padahal hatiku menangis!!! Apa kau juga tahu, saat namamu disebut-sebut olehnya? Aku teriris!! Aku hanya bisa menangis diantara fitnah yang dibuat sahabatku. Sayang, aku bukan orang pendendam. Sesakit apapun sahabatku menyakitiku, aku takkan membalas! Biar bagaimanapun dia adalah sahabatku yang dulu pernah menyayangiku.
Sama halnya denganmu! Sadarkah kau telah menyakiti hatiku?? Kau tidak akan tahu!!
Melihatmu bersama orang lain, membuatku amat terasa sakit! Aku sakit bukan karna aku cemburu, tapi karna orang yang kau pilih tidak tepat!! Aku tidak ingin kau disakiti, aku tidak ingin kau sedih. karna aku adalah orang yang pertama menangis bila melihat orang yang aku sayang terlihat sedih.
Aku jauh, tapi aku selalu disini karnamu, untukmu. Aku tidak berharap kau menjadi milikku, aku hanya berharap kau bisa mendapat pengganti yang jauh lebih baik dariku.
Maafkan aku yang telah menyia-nyiakanmu. Aku sadar, aku tidak bisa menjagamu disana. Aku selalu mengingatmu disini, aku merindukanmu disini. Aku pergi untuk kebaikanmu. Meski hatiku perih, aku rela demi melihatmu bahagia.
Terima kasih atas apa yang telah kau beri. Sampai kapanpun kau ada di hatiku, kau ada dalam ingatanku. Cinta sedalam ini hanya ada untukmu. Cerita cinta ini akan selalu ku kenang. Aku harap, kau bisa benar-benar sembuh dari penyakitmu yang membuatku turut merasakan sakit.
Sejak lama aku selalu berharap, kau akan mengerti, kau akan membaca puisi-puisiku untukmu, dan kau akan sadar seberapa dalam rasa ini untukmu.
Mungkin aku memang salah telah menyayangimu hingga saat ini, tapi akupun sulit untuk membohongi diri kalau aku memang merindukanmu, aku masih menyayangimu.
Kau yang mengajarkanku sabar, kau mengajarkanku untuk menghargai, kau yang membuatku lebih dewasa. Sampai kapan aku seperti ini akupun tidak tahu.
Semoga aku cepat melupakanmu dari hati dan pikiranku. Aku inginkan kau bahagia.
^_^
Semoga kita tetap pada jalan kita, agar kita tidak bertemu kelak.
Jumat, 22 Oktober 2010
Ungu-Percaya Padaku
Aku tak tahu apa yang ku rasakan
Dalam hatiku
Saat pertama kali lihat dirimu melihatmu
Seluruh tubuhku terpaku dan membisu
Detak jantungku berdetak tak menentu
Sepertinya aku tak ingin berlalu
reff:
Berikan cintamu juga sayangmu
Percaya padaku ku kan menjagamu
Hingga akhir waktu menjemputku
Ku berikan cintaku juga sayangku
Percaya padaku ku kan menjagamu
Hingga akhir waktu menjemputku
Saat ku tahu kau akan pergi jauh
Izinkan aku tuh selalu menantimu
Untuk katakan ku ingin dirimu
Agar kau tahu
Betapa ku terlalu mencintaimu
Aku akan menunggu hingga dirimu kembali untukku
back to reff
Tolonglah aku
Bagaimana diriku ungkapkan itu
Rasa yang membelenggu dalam hatiku
Ku cinta padamu...
back to reff
Dalam hatiku
Saat pertama kali lihat dirimu melihatmu
Seluruh tubuhku terpaku dan membisu
Detak jantungku berdetak tak menentu
Sepertinya aku tak ingin berlalu
reff:
Berikan cintamu juga sayangmu
Percaya padaku ku kan menjagamu
Hingga akhir waktu menjemputku
Ku berikan cintaku juga sayangku
Percaya padaku ku kan menjagamu
Hingga akhir waktu menjemputku
Saat ku tahu kau akan pergi jauh
Izinkan aku tuh selalu menantimu
Untuk katakan ku ingin dirimu
Agar kau tahu
Betapa ku terlalu mencintaimu
Aku akan menunggu hingga dirimu kembali untukku
back to reff
Tolonglah aku
Bagaimana diriku ungkapkan itu
Rasa yang membelenggu dalam hatiku
Ku cinta padamu...
back to reff
Geisha-Pilihan Hatiku
Berdiri ku disini hanya untukmu
Dan yakinkan ku untuk memilihmu
Dalam hati kecilku inginkan kamu
Berharap untuk dapat bersamamu
Aku kan ada untuk dirimu
Dan bertahan untukmu
reff:
Terlukis indah raut wajahmu dalam benakku
Berikan ku cinta terindah yang hanya untukmu
Tertulis indah puisi cinta dalam hatiku
Dan aku yakin kau memanglah pilihan hatiku
Dalam hati kecilku inginkan kamu
Berharap untuk dapat bersamamu..
huuuu...
back to reff
Dan yakinkan ku untuk memilihmu
Dalam hati kecilku inginkan kamu
Berharap untuk dapat bersamamu
Aku kan ada untuk dirimu
Dan bertahan untukmu
reff:
Terlukis indah raut wajahmu dalam benakku
Berikan ku cinta terindah yang hanya untukmu
Tertulis indah puisi cinta dalam hatiku
Dan aku yakin kau memanglah pilihan hatiku
Dalam hati kecilku inginkan kamu
Berharap untuk dapat bersamamu..
huuuu...
back to reff
Kita Selamanya- Bondan ft Fade2black
eio..it's not the end, it's just beginning
ok.. detak detik tirai mulai menutup panggung
tanda skenario (eyo) baru mulai diusung..
lembaran kertas barupun terbuka
Tinggalkan yang lama, biarkan sang pena berlaga
Kita pernah sebut itu kenangan tempo dulu
Pernah juga hilang atau takkan pernah berlalu
Masa jaya putih biru atau abu-abu (hey)
Memori cerita cinta aku, dia, dan kamu
Saat dia (dia) masukin alam pikiran
Ilmu bumi dan sekitarnya jadi kudapan
Cinta masa sekolah yang pernah terjadi
That was the moment a part of sweet memory
Kita membumi, melangkah berdua
Kita ciptakan hangat sebuah cerita
Mulai dewasa, cemburu, dan bungah
Finally now, it's our time to make a history
reff:
Bergegaslah kawan.. sambut masa depan
Tetap berpegang tangan, saling berpelukan
Berikan senyuman tuk sebuah perpisahan
Kenanglah sahabat...kita untuk slamanya!
Satu alasan kenapa kau ku rekam dalam memory
Satu cerita teringat di dalam hati
Karena kau berharga dalam hidupku, teman
Untuk satu pijakan menuju masa depan
Saat duka bersama, tawa bersama
Berpacu dalam prestasi (huh) hal yang biasa
Satu persatu memory terekam
Di dalam api semangat yang tak mudah padam
Ku yakin kau sama dengan diriku
Pernah berharap agar waktu ini tak berlalu
Kawan..kau tahu, kawan....kau tahu kan?
Beri pupuk terbaik untuk bunga yang kau simpan
back to reff
ok.. detak detik tirai mulai menutup panggung
tanda skenario (eyo) baru mulai diusung..
lembaran kertas barupun terbuka
Tinggalkan yang lama, biarkan sang pena berlaga
Kita pernah sebut itu kenangan tempo dulu
Pernah juga hilang atau takkan pernah berlalu
Masa jaya putih biru atau abu-abu (hey)
Memori cerita cinta aku, dia, dan kamu
Saat dia (dia) masukin alam pikiran
Ilmu bumi dan sekitarnya jadi kudapan
Cinta masa sekolah yang pernah terjadi
That was the moment a part of sweet memory
Kita membumi, melangkah berdua
Kita ciptakan hangat sebuah cerita
Mulai dewasa, cemburu, dan bungah
Finally now, it's our time to make a history
reff:
Bergegaslah kawan.. sambut masa depan
Tetap berpegang tangan, saling berpelukan
Berikan senyuman tuk sebuah perpisahan
Kenanglah sahabat...kita untuk slamanya!
Satu alasan kenapa kau ku rekam dalam memory
Satu cerita teringat di dalam hati
Karena kau berharga dalam hidupku, teman
Untuk satu pijakan menuju masa depan
Saat duka bersama, tawa bersama
Berpacu dalam prestasi (huh) hal yang biasa
Satu persatu memory terekam
Di dalam api semangat yang tak mudah padam
Ku yakin kau sama dengan diriku
Pernah berharap agar waktu ini tak berlalu
Kawan..kau tahu, kawan....kau tahu kan?
Beri pupuk terbaik untuk bunga yang kau simpan
back to reff
Rabu, 20 Oktober 2010
Cerpen- Demi Ibu..
"Annaaaa", teriak Ibu membuatku langsung membuka mata. Aku segera keluar kamar untuk mencuci muka dan wudhu untuk shalat subuh. YUP ! Sekarang emang masih jam 5 pagi dan seperti biasa aku bangun jam segitu. selesai mandi dan shalat, aku sarapan dan langsung berangkat sekolah. Sekolahku memang dekat, hanya 10 menit naik motor juga sampe, itu juga kalo gak macet.
Sekolahku tersayang, sekolahku tempat menuntut ilmu, sekolahku tempat pacaran.. hahahahaha (bener kan?).
Pelajaran dimulai dan aku serius mendengarkan guru menjelaskan. Yaa.. bersyukurlah aku termasuk anak yang pintar di sekolah. hahahahaha PD ! Tugas kembali diberikan guru ke murid-murid yang pada geleng-geleng kepala gara-gara susah! hahaha.. namanya juga anak sekolah. Aaaakkhh tapi aku paling malas tugas kelompok. Selain anak-anaknya ga bisa diandelin, semua aku yang ngerjain. huft.... Tapi aku juga senang karna masih bisa membantu menaikkan nilai temanku.
Sesampainya di rumah, aku makan siang dan tidur. Tentunya hanya memakai tengtop dan celana pendek.
"Heh! Kamu tuh kerjaannya tidurrr mulu! Orang kok males banget sih!". Aku langsung membuka mata saat Ibu berteriak dan melotot padaku. Yaa, Ibu marah! Seperti biasanya, aku selalu kena omel. Karna sudah sore, aku segera mandi dan nyapu rumah ku.
"Arkaaaa", Aku berteriak karna melihat Arka si adek kecil yang biasa aku momong.
Arka langsung nyengir dan mengedip-ngedipkan matanya.. hahaha genit nih bocah!
Setiap sore aku selalu momong Arka. Aku memang sangat suka anak kecil, karna aku gak punya adik, jadi Arka yang jadi sasaran. hahahah untungnya dia ga nakal.
Waaahh hari minggu emang hari yang menyenangkan sekaligus bikin capek! Aku harus bantuin Ibu beres-beres rumah. Tapi, karna Ibu ada pengajian, jadi semua aku yang ngerjain. Selesai sarapan aku langsung nyapu dan ngepel, abis itu aku nyuci. Selesai semua, aku harus masak untuk Bapak dan Kakakku. Yaa beginilah cewek!
Capek! itulah yang aku rasakan setelah menyelesaikan semua pekerjaan ibu-ibu itu. Ibu pulang dari pengajian. "Apaan nih! kebiasaan orang kalo masak ga pernah bersihin dapur! Apa-apa berantakan! Cewek kok males! Kamu kalo terus begini ga ada yang mau sama kamu tau!". Bagai tertusuk golok hatiku. Kata-kata Ibu selalu menyakiti hatiku. Aku tanpa berkata langsung membersihkan dapur seperti yang Ibu minta. Hari sudah siang dan aku selesai bersihin dapur. Aku bersiap untuk pergi mengerjakan tugas kelompok di rumah temanku. Bapak sudah mengizinkan, tapi Ibu?!
"Bu, Ana ngerjain tugas dulu ya di rumah temen Ana". Aku dengan santai minta izin.
"Jangan lama-lama".
Yes! Bahagianya aku ternyata Ibu membolehkan. Aku segera pergi dan berjanji untuk cepat pulang. Dua jam berlalu, akupun pulang. Aku sangat menghargai izin dari Ibu, karna biasanya aku tidak boleh pergi kemana-mana. Sesampainya aku di rumah, sepi. Bapak dan Kakakku ternyata pergi. Ibu dengan tatapan tajamnya menatapku yang masuk rumah dan salim. "Alah, tugas apa? palingan ngobrol doang! Dikira Ibu ga tau apa!! Alesan doang ngerjain tugas, padahal nglayab mulu!". Ibu dengan muka kesal memarahiku dengan enaknya.
Di kamar, aku menangis!!!
Hari senin memang hari buruk bagi para pelajar dan pekerja pada umumnya, khususnya karna macet!!! Untung aku gak telat karna memang setiap pagi aku datang pertama. hahahaha rajin yaa?!
Aku mendapat kabar baik. Aku terpilih untuk ikut serta Olimpiade Ekonomi se-Kecamatan. Teman-temanku memberi selamat padaku dan memang mereka yang selalu memberiku semangat. Sesampai di rumah, aku memberi tahu Ibu dan ga ada apa-apa. huft... beginikah nasibku? selalu gak dihargai sama Ibuku sendiri.
Kalau aku boleh jujur, bathin aku sakit! terlanjur sakit! Aku terlalu sering di omelin dan mendengar kata-kata kasar dari Ibuku sendiri. Aku ingin sekali pergi jauh meninggalkan semua rasa sakit ini. Aku bingung harus dengan siapa aku berbagi? Aku sangat menyayangi Ibu. Tapi kenapa aku tidak pernah dihargai??
Aku sendiri... sepi... hanya air mata di pipi..
Aku ingat Ibu pernah mengusirku.
"Pergi aja sono! ga usah tinggal disini! Ibu juga ga rugi kalo ga ada kamu! Ibu bisa ngerjain semuanya sendiri tanpa kamu! Kamu tuh bodoh tau gak!! Bodoh!!"
Kata-kata itu selalu aku ingat dan menjadi motivasiku.
Seandainya Ibu tahu, aku belajar dan sekolah itu karna Ibu. Karna aku tahu beratnya menjadi seorang Ibu. Aku mendapat juara, itu untuk Ibu. Ibu yang biasa mencaci makiku.
Aku tidak akan membantah, aku tidak akan melawan. Bagaimanapun sakitnya hatiku, aku tetap sangat mencintai Ibu. Aku ada karna Ibu, dan aku ada untuk Ibu. Kelak, aku akan menjadi sukses untukmu Ibu.
Sekolahku tersayang, sekolahku tempat menuntut ilmu, sekolahku tempat pacaran.. hahahahaha (bener kan?).
Pelajaran dimulai dan aku serius mendengarkan guru menjelaskan. Yaa.. bersyukurlah aku termasuk anak yang pintar di sekolah. hahahahaha PD ! Tugas kembali diberikan guru ke murid-murid yang pada geleng-geleng kepala gara-gara susah! hahaha.. namanya juga anak sekolah. Aaaakkhh tapi aku paling malas tugas kelompok. Selain anak-anaknya ga bisa diandelin, semua aku yang ngerjain. huft.... Tapi aku juga senang karna masih bisa membantu menaikkan nilai temanku.
Sesampainya di rumah, aku makan siang dan tidur. Tentunya hanya memakai tengtop dan celana pendek.
"Heh! Kamu tuh kerjaannya tidurrr mulu! Orang kok males banget sih!". Aku langsung membuka mata saat Ibu berteriak dan melotot padaku. Yaa, Ibu marah! Seperti biasanya, aku selalu kena omel. Karna sudah sore, aku segera mandi dan nyapu rumah ku.
"Arkaaaa", Aku berteriak karna melihat Arka si adek kecil yang biasa aku momong.
Arka langsung nyengir dan mengedip-ngedipkan matanya.. hahaha genit nih bocah!
Setiap sore aku selalu momong Arka. Aku memang sangat suka anak kecil, karna aku gak punya adik, jadi Arka yang jadi sasaran. hahahah untungnya dia ga nakal.
Waaahh hari minggu emang hari yang menyenangkan sekaligus bikin capek! Aku harus bantuin Ibu beres-beres rumah. Tapi, karna Ibu ada pengajian, jadi semua aku yang ngerjain. Selesai sarapan aku langsung nyapu dan ngepel, abis itu aku nyuci. Selesai semua, aku harus masak untuk Bapak dan Kakakku. Yaa beginilah cewek!
Capek! itulah yang aku rasakan setelah menyelesaikan semua pekerjaan ibu-ibu itu. Ibu pulang dari pengajian. "Apaan nih! kebiasaan orang kalo masak ga pernah bersihin dapur! Apa-apa berantakan! Cewek kok males! Kamu kalo terus begini ga ada yang mau sama kamu tau!". Bagai tertusuk golok hatiku. Kata-kata Ibu selalu menyakiti hatiku. Aku tanpa berkata langsung membersihkan dapur seperti yang Ibu minta. Hari sudah siang dan aku selesai bersihin dapur. Aku bersiap untuk pergi mengerjakan tugas kelompok di rumah temanku. Bapak sudah mengizinkan, tapi Ibu?!
"Bu, Ana ngerjain tugas dulu ya di rumah temen Ana". Aku dengan santai minta izin.
"Jangan lama-lama".
Yes! Bahagianya aku ternyata Ibu membolehkan. Aku segera pergi dan berjanji untuk cepat pulang. Dua jam berlalu, akupun pulang. Aku sangat menghargai izin dari Ibu, karna biasanya aku tidak boleh pergi kemana-mana. Sesampainya aku di rumah, sepi. Bapak dan Kakakku ternyata pergi. Ibu dengan tatapan tajamnya menatapku yang masuk rumah dan salim. "Alah, tugas apa? palingan ngobrol doang! Dikira Ibu ga tau apa!! Alesan doang ngerjain tugas, padahal nglayab mulu!". Ibu dengan muka kesal memarahiku dengan enaknya.
Di kamar, aku menangis!!!
Hari senin memang hari buruk bagi para pelajar dan pekerja pada umumnya, khususnya karna macet!!! Untung aku gak telat karna memang setiap pagi aku datang pertama. hahahaha rajin yaa?!
Aku mendapat kabar baik. Aku terpilih untuk ikut serta Olimpiade Ekonomi se-Kecamatan. Teman-temanku memberi selamat padaku dan memang mereka yang selalu memberiku semangat. Sesampai di rumah, aku memberi tahu Ibu dan ga ada apa-apa. huft... beginikah nasibku? selalu gak dihargai sama Ibuku sendiri.
Kalau aku boleh jujur, bathin aku sakit! terlanjur sakit! Aku terlalu sering di omelin dan mendengar kata-kata kasar dari Ibuku sendiri. Aku ingin sekali pergi jauh meninggalkan semua rasa sakit ini. Aku bingung harus dengan siapa aku berbagi? Aku sangat menyayangi Ibu. Tapi kenapa aku tidak pernah dihargai??
Aku sendiri... sepi... hanya air mata di pipi..
Aku ingat Ibu pernah mengusirku.
"Pergi aja sono! ga usah tinggal disini! Ibu juga ga rugi kalo ga ada kamu! Ibu bisa ngerjain semuanya sendiri tanpa kamu! Kamu tuh bodoh tau gak!! Bodoh!!"
Kata-kata itu selalu aku ingat dan menjadi motivasiku.
Seandainya Ibu tahu, aku belajar dan sekolah itu karna Ibu. Karna aku tahu beratnya menjadi seorang Ibu. Aku mendapat juara, itu untuk Ibu. Ibu yang biasa mencaci makiku.
Aku tidak akan membantah, aku tidak akan melawan. Bagaimanapun sakitnya hatiku, aku tetap sangat mencintai Ibu. Aku ada karna Ibu, dan aku ada untuk Ibu. Kelak, aku akan menjadi sukses untukmu Ibu.
Langganan:
Postingan (Atom)

